February 20, 2013

Day 1: Uniquely Singapore (1)




Baaa!!! Saya barusan pulang holiday nih. Mau cerita-cerita dikit yaaa... Banyak yang heran kenapa akhir-akhir ini Saya hobi travelling? Saya harus bilang apa? Satu tahun lebih ternyata belum cukup untuk menyembuhkan hati. Dan belakangan Saya sering merindukan Dia yang Tidak Boleh Dirindukan. Lalu entah kenapa bawaannya pengen pergi aja. Ke mana pun. Yang jauh. Yah gara-gara itu Saya jadi khilaf ngeliat harga promo tiket pesawat. Waktu itu rasanya sayang buat melewatkan harga 200.000 buat ke Singapore, ya udah dibeli deh. Biar rindu itu Saya bawa jauh dan Saya tinggalkan di sana, ciih...

Jadi setelah nunggu lebih dari setengah tahun, tiket pesawat promonya siap untuk dipake. Tujuan liburan kali ini adalah Singapore (lagi) dan Thailand.Oya, acara liburan 8D7N kali ini dipersembahkan oleh Mas Pacar yang rela ga ikut pergi tapi mau bayarin ini-itu (makasih ya Sayang...tenang, jatah kita ada sendiri). Saya cuma berdua dengan teman kos, Christin. Liburannya semi koper, semi ransel. Bingung mau masuk kategori mana. Silakan dinilai sendiri. Dan kita berhasil membuktikan kalau kita bisa balik ke Indonesia dengan selamat, akakakak...

Nah, Saya mau cerita soal yang di Singapore dulu. Buat yang di Thailand nanti ada gilirannya. Liburan yang kemarin ini lebih seru dari yang sebelumnya. Sebelumnya Saya dkk (berempat) cuma punya waktu 2 hari 1 malam buat menikmati Singapore tapi kali ini biar pun cuma berdua, kita punya empat hari jadi lebih puas mainnya. Saya mulai ya ceritanya...

On Board
Kita kemarin dapat penerbangan pagi, sekitar jam setengah delapan. Saya sudah bangun dari jam 4.30 pagi buat siap-siap dan packing terakhir. Malam sebelumnya cuma makan sedikit jadi begitu bangun berasa laper. Sayangnya waktu kita terlalu mepet. Apalagi Saya agak was-was dengan bagasi kabin yang waktu Saya timbang kelebihan 2kg dari seharusnya. Katanya maksimal 7kg tapi koper Saya (ya, koper...bukan ransel) beratnya 9kg. Waktu sampai bandara udah cemas bakal disuruh beli bagasi tapi ternyata mereka sama sekali ga timbang berat koper Saya. Jadi info buat semuanya, soal bagasi kabin Air Asia yang penting itu tas kalian ukurannya ga lebih dari ketentuan yaitu 56x36x23 cm. Soal berat ga terlalu diperhatikan dan mereka juga ga terlalu ribut soal berapa tas yang kita tenteng.

pagi-pagi udah kece

Hi Changi!!
Sampe di Changi!! Saya selalu suka bandara Changi. Itu bandara bisa jadi semacam tempat main kalau kita terpaksa harus transit lama dan malas keluar bandara. Fasilitasnya oke, ada rest area buat yang mau bobo, air minum gratis, wifi, banyak resto, suasananya enak...kurang apa lagi coba? Berhubung kita bukan mau berwisata di bandara jadi acara liat-liat bandaranya lain kali aja. Dari bandara kita langsung ke hostel. Cara keluar dari Changi gampang. Buat yang naik mobil pribadi atau taxi tinggal cari pintu keluar. Kita kemarin naik MRT biar lebih hemat. Kita landing di Terminal 1, nah dari Terminal 1 kita bisa naik skytrain gratis ke terminal lainnya. Karena kita mau naik MRT jadi kita turun di Terminal 2, tempat stasiun MRT-nya. Sampai di Terminal 2 kita urus imigrasi dulu. Bagian imigrasi cuma di Terminal 2 jadi begitu sampai, buat yang pakai pesawat murah ga usah muter-muter nyari imigrasi di Terminal 1. Setelah urusan imigrasi selesai langsung turun ke lantai paling bawah untuk naik MRT. Ini ada sedikit foto-foto waktu di Bandara.

Changi International Airport
Drop Inn Hostel
Belinya aja tiket promo jadi sudah sewajarnya kalau kita ga nginep di hotel. Lagian jarang ada promo buat hotel di Singapore jadi hostel menurut Saya pilihan yang bijak. Berhubung bawaannya kita banyak dan rempong jadi kita sengaja nyari hostel yang punya private room untuk berdua. Memang lebih mahal dari yang model dormitory tapi kita ga bisa ngebayangin harus tidur bareng orang asing jadi rela bayar agak mahal. Demi kenyamanan dan keamanan, kawan. Banyak hostel yang punya private room tapi pilihan kita jatuh ke Drop Inn Hostel karena harga booking online-nya yang paling murah. Saya lupa kita booking di mana. Kayaknya sih di HostelBookers.com. Tempatnya sih sesuai standar hostel pada umumnya. Yang penting itu bersih, terutama kamar mandi. Plus dapet light breakfast tiap pagi biar pun cuma roti sama teh atau kopi. Lumayan buat isi perut sebelum jalan-jalan.

Buat sampai ke Drop Inn Hostel dari MRT Changi beli tiket tujuan Boon Keng. Jangan lupa ganti kereta di Tanah Merah kecuali kita mau balik ke Changi lagi. Terus naik MRT ke arah Joo Koon. Duduk manis sampai di stasiun Outram Park. Di situ kita pindah jalur karena stasiun tujuan kita ada di jalur yang berbeda dengan MRT dari Tanah Merah. Sekitar 30 menit dari Changi kita sampai di stasiun Boon Keng. Setelah sampai di stasiun Boon Keng cari pintu keluar ke arah Serangoon Road. Begitu sampai di pintu keluar jalan lurus melawan arus jalan raya ke arah bangunan kuning berjendela hitam di deket traffic light. Setelah sampai di bangunan itu, terlusuri aja sampai ketemu Drop Inn Hostel
Yang punya Drop Inn Hostel itu orang India. Orangnya baik dan sangat helpful. Dan dia bisa Bahasa Indonesia biar pun cuma alakadarnya. Ini foto-foto hostel kita.

rumah kita selama di Singapore

Bugis
Kita cuma taruh koper aja ke hostel. Ga pakai istirahat, kita langsung ke tujuan pertama, Bugis. Bugis itu intinya sama dengan distrik lainnya di Singapore. Isinya mall. Cuma di Bugis itu ada namanya Bugis Street. Di Bugis Street ini pertokoan murah yang menjual berbagai macam hal, mulai dari fashion, kuliner, bahkan sampai mainan yang agak "nakal". Sayangnya ukuran murahnya orang Singapore dan orang Indonesia sedikit berbeda. Menurut kita harga barang di sana kalau dirupiahkan tetep aja mahal. Baju harganya di atas S$10. Memang sih, kalau dibandingin di mall jauh lebih murah. Cuma...lain kali mungkin harus bawa uang lebih banyak lagi kalau mau beli-beli, akakakakak...

Di Bugis kita rencananya mampir makan di rumah makan rekomendasi Claudia Kaunang, penulis buku Rp 500 Ribu Keliling Singapura. Sayangnya kita hilang arah, tempat yang kita cari ga ketemu akhirnya kita ke food court Bugis Junction. Dan Saya pilih menu Laksa untuk makan siang. Saya belum pernah makan Laksa jadi ga tau yang Saya makan tergolong enak atau engga. Menurut Saya sih enak-enak aja, masuk ke lidah Saya lah...

Lunch pertama Saya, Laksa...

biar seperti pasar tapi barangnya oke lah

Oya, di Bugis ada sepasang suami istri nyamperin kita buat tanya cara ke Orchard. Mungkin mereka pikir kita orang Singapore (berasa kece). Setelah sekian lama komunikasi pakai Bahasa Inggris akhirnya ketahuan kalau kita sama-sama orang Indonesia, lalu langsung bernafas lega bisa ganti pakai bahasa ibu, akakakak. Kebetulan kita juga mau balik ke hostel buat siap-siap malam mingguan jadi kita tawarin jalan bareng ke stasiun MRT. Saya lupa nama si suami, cuma inget nama si istri, Sisca. Nanti di-tag fotonya lewat Facebook yak Mas-Mbak, kalau Facebook-nya ketemu.

Mbak-Mas setanah air, mukanya familiar, mirip siapa gitu, hihihihi...

Clarke Quay
Katanya di sini pusat dunia malam Singapore. Segala macam resto, bar, night club ngumpul jadi satu area. Satu catatan, ini area mahal. Mungkin lain kali kalau ke Singapore lagi bawa uang lebih banyak biar bisa icip nongkrong mahal di sekitaran Clarke Quay. Rata-rata memang mahal tapi bukan berarti semua mahal. Masih ada kok yang terjangkau, Burger King misalnya, akakakakak. Tapi kita ga datang jauh-jauh ke Singapore cuma buat makan Burger King. Tujuan kita adalah buat makan Bak Kut Teh. Cuma karena kita dalam kedaan terlalu kece buat muter-muter nyari tempat makan Bak Kut Teh rekomendasian teman jadi kita berakhir di Burger King, akakakakak. Pakai high heel bukan ide yang bagus buat muter-muter tanpa arah. Lagian kita ke sini cuma buat ngabisin waktu sebelum ke Zouk jadi kita ga bahas banyak, di postingan selanjutnya aja.

ZOUK
Alasan kita dandan kece hari itu karena kita mau main ke Zouk Club. Uhuy!! Biasa aja sih ya sebenernya...akakakakak. Kita penasaran aja bentukan tempat clubbing di negara lain. Katanya kan ga boleh merokok di dalam jadi Saya bahagia bayanginnya. Soalnya Saya itu ga anti clubbing tapi club-club di Indonesia ga bebas asap rokok dan mata Saya ga kuat kena asap jadi Saya menghindari ke tempat seperti itu. Zouk itu termasuk club yang lumayan beken di Singapore. Bahkan di Asia dia termasuk dalam 5 night club terbaik. Yang doyan clubbing mungkin pada tau party tahunannya, Zouk Out. Kebetulan hari itu ada event-nya Sven Vath Metamorphosis World Tour 2013. Siapa itu Sven Vath? Saya juga ga tau. DJ gitu lah pokoknya. Dari Clarke Quay kita naik taxi ke daerah Robbinson Quay. Ga perlu takut naik taxi di Singapore. Super aman dan pakai argo tapi memang jauh lebih hemat kalau naik MRT. Sayangnya Zouk agak jauh kalai dijangkau pakai MRT, dari pada gempor sebelum sampai sana kita pilih taxi.

Masuk ke Zouk harus berusia minimal 18 tahun. Kita diperiksa ID-nya di pintu masuk. Buat yang bukan member harus bayar S$28 buat cewek dan S$35 buat cowok. Itu udah termasuk 2 minuman. Boleh milih sih minumannya tapi paling cocktail ringan gitu. Kalau mau yang berat ya harus bayar lagi. Sebenernya area club Zouk itu 3in1. Ada tiga club di dalamnya. Ada Zouk itu sendiri, ada Phuture, dan ada Velvet Underground. Ga bisa asal masuk. Yang pasti harus dipatuhi sih soal umur sama outfi. Jangan sampai salah kostum kalau ga mau dilarang masuk. Tiket Zouk berlaku buat ke Zouk sama Phuture. Ga boleh ke Velvet Underground karena buat masuk ke sana batasan umurnya lebih tinggu. Khusus tiket Velvet Underground, bisa masuk ke mana aja.

Dalemnya Zouk seperti club pada umumnya, gelap. Yang menarik buat Saya, Zouk itu "bersinar". Posfor bertebaran di udara dan semua orang yang pakai baju putih "menyala". Bebas asap rokok, yeah I love that! Kalau club di Indonesia semua kaya gini mungkin Saya rajin main (untungnya engga).
Jam 1 si Sven Vath keluar. Saya ga begitu ahli soal musik club tapi jujur aja Saya kurang begitu suka musiknya Sven Vath. Entah bagus atau engga, pokoknya ga masuk aja di Saya. Tapi Saya berusaha menikmati suasana soalnya udah bayar mahal buat masuk sini, akakakkakak. Jadwal besok padat jadi jam 2.30 kita pulang pakai taxi. Taxi awal Christin yang bayar, pulangnya giliran Saya.Oya, Zouk punya fotografer yang kerjaannya jeprat-jepret sepanjang malam. Hati-hati kalau ga mau kena jepret. Saya sih kena jepret dan berhasil nongol di situs Stomp, akakakakak!!

Sven Vath Metamophosis World Tour 2013  (foto dari sini)

Ini yang namanya Om Sven Vath (foto dari sini)

Itu dia hari pertama kita di Singapore. Hari pertama lumayan capek terutama menjelang malam. Kita ke mana-mana pakai high heels, itu agak menyiksa. Ini kita kasih bocoran estimasi budget selama satu hari ini, siapa tau ada yang pengen tau dan perlu. Jumlah pengeluaran Saya bulatkan ke atas biar gampang dan biar ga terlalu mepet buat yang mau pakai anggaran kita buat perkiraan.

Airport tax     Rp 100.000,00
MRT Changi ke Boon Keng S$ 3.5
MRT Boon Keng ke Bugis S$ 3
Makan Siang S$ 5
Belanja di Bugis Street S$ 25
Beli air mineral S$ 2.5
MRT Bugis ke Boon Keng S$ 3
MRT Boon Keng ke Clarke Quay S$ 2
Makan malam S$ 5
Tiket Zouk S$ 28
Taxi balik ke hostel S$ 11

Total pengeluaran hari pertama Rp 100.000 dan S$ 88

Masih ada lanjutannya di Uniquely Singapore (2)

10 comments:

Linda said...

Wah, jalan-jalan ^^

Poey said...

Iya nih...hehehehe...

Gloria Putri said...

widihhhh...jalan2 pake heels???
ga cape tuh kaki?
wkwkwk

Feby Oktarista Andriawan said...

Bedeuh enak bgt yak bisa jalan2 gitu, gw paling banter bandara cuman soekarno-hatta, haha.. itu kamar hotelnya mantap jg dekorasinya.

Poey said...

@ Glo
Ihiiik...Glo mau pake heels jugak?? *ampun Glo*

@ Feby
Iya, sayangnya itu gmbr kadal, menjijikkan...akakakak

Anonymous said...

sayang banget ga beli STP aja buat naik MRT. 3 hari cuma S$20. bisa hemat ongkos banyak.

Poey said...
This comment has been removed by the author.
Poey said...

Hu'uh...abis kita pikir akumulasi naik MRT ga banyak makanya ga beli.
Tapi ya udah lah, akakakakakak...

Danica Johanna Silahooy said...

Wuah pas banget baca artikel ini.. weekend ini aku ke spore. doaian have fun and lancar yaa! thanks for share buat tripnya.. share lagi ya next trip nya ;)

sherlina halim said...

Pengen yang lebih seru ...
Ayo kunjungi www.asianbet77.com
Buktikan sendiri ..

Real Play = Real Money

- Bonus Promo Red Card pertandingan manapun .
- Bonus Mixparlay .
- Bonus Tangkasnet setiap hari .
- New Produk Sabung Ayam ( minimal bet sangat ringan ) .
- Referal 5 + 1 % ( seumur hidup ) .
- Cash Back up to 10 % .
- Bonus Royalty Rewards setiap bulan .

Untuk Informasi lebih jelasnya silahkan hubungi CS kami :
- YM : op1_asianbet77@yahoo.com
- EMAIL : melasian77cs@gmail.com
- WHATSAPP : +63 905 213 7234
- WECHAT : asianbet_77
- SMS CENTER : +63 905 209 8162
- PIN BB : 2B4BB06A / 28339A41

Salam Admin ,
asianbet77.com

Download Disini