December 9, 2012

Lima


gambar dari sini


Hey kamu...aku adalah orang yang penuh kesedihan sampai-sampai jiwaku nyaris mati karena kehilangan cahayanya. Aku pikir biar kesedihan itu kunikmati sendiri. Aku tidak ingin membebankan kesedihan itu pada siapa pun juga. Tapi kamu tetap di situ dengan lenteramu. Kenapa? Kenapa tidak pergi dan biarkan saja aku dengan jiwaku yang gelap?

Hey kamu...segala hal yang kualami dan kurasakan bukan tanggung jawabmu untuk memperbaikinya. Aku mungkin terlihat tertatih tapi langkahku masih ada. Sekalipun aku tidak sanggup melangkah, sebenarnya bukan keharusanmu membantuku berjalan. Tapi kamu malah dengan sukarela ikut berjalan tertatih di sampingku. Kenapa kamu tidak berlari saja meninggalkanku?

Hey kamu...mimpiku masih dipenuhi dengan cerita sedih yang membuatku menangis dalam tidur. Kamu pun tahu itu tapi kamu tidak menutup telingamu atas ceritaku. Tidakkah mendengar cerita tentang hal-hal yang bukan kamu terasa menyakitkan? Kalau menyakitkan harusnya kamu tutup mulutku atau kamu tutup telingamu. Kenapa kamu malah melapangkan hati demi kelegaanku?

Hey kamu...biar sekarang aku yang memohon padamu. Tolong tetap di sini, jangan pergi. Aku tahu aku tidak perlu meminta itu. Tapi aku merasa perlu meminta sebagai ungkapan betapa aku bersyukur kamu ada di sini. Betapa aku bersyukur kamu datang dengan lenteramu, bersyukur kamu mau mengiringi langkahku yang tertatih, bersyukur atas keberadaanmu.

Hey kamu...sebenarnya angka kita itu 1 tapi kamu bukan orang yang baru kukenal tahun lalu jadi aku mengambil angka 5. Lima tahun ini bukan waktu yang singkat. Banyak hal terjadi. Aku salah, kamu salah. Kita sama-sama melakukan kesalahan. Mungkin ini kesempatan yang diberikan kepada kita untuk memperbaiki kesalahan-kesalahan di masa lalu. Belajar untuk menjalani ini dengan lebih baik.

Seperti yang dulu pernah kukatakan saat pertama kali kita mengenal, "Aku tidak menjanjikan akhir yang bahagia tapi aku berjanji akan berusaha membuat ini menjadi perjalanan yang membahagiakan.". Aku masih belum bisa menghilangkan mimpi burukku. Terkadang separuh jiwaku seperti entah di mana. Itu adalah masalahku dan aku sedang berusaha memperbaiki semuanya. Apa pun yang kurasakan saat ini, yang kutahu sekarang jalan ini milik kita.

Terima kasih untuk pengertian dan kesabaran selama setahun ini. Terima kasih karena mau menerimaku dengan segala keberadaanku. Maaf bila ada luka yang kusebabkan karena segala yang terjadi dalam hidupku. Hidup itu tidak ada yang ideal tapi kasih itu sempurna. Kurasa itu cukup.

-Happy Anniversary-
09.12.2006

No comments: