May 11, 2012

The Rise of Poey


Kapan ya sejak terakhir aku posting sesuatu di sini? Aku sendiri juga lupa. Tiba-tiba tampilan Blogger sudah berubah. Rasanya kangen tapi bingung mau nulis apa. Mungkin akan ada pertanyaan, kenapa aku menghilang. Jawabannya sih sederhana, aku butuh waktu. Aku butuh waktu untuk menenangkan diri sejak masalah yang kemarin dulu itu dan ternyata itu butuh waktu cukup lama.

Ada yang bilang itu cuma masalah sepele, jangan terlalu dipikirkan, masa hal seperti itu aja bisa bikin aku seperti mau mati. Tapi kawan, penerimaan tiap orang tentang sesuatu tidak sama. Aku ternyata tidak cukup tangguh untuk menghadapi semua itu sampai akhirnya terpuruk dalam kesedihan yang panjang.

Sebenarnya aku itu nyaris baik-baik saja sebelum aku menghilang. Tapi satu kejadian membuat aku terhenyak lagi dan membanting aku ke jurang yang sangat dalam. Kejadian itu terlalu memilukan buat diingat. Bagaimana tidak? Bayangkan kalau kenyataan yang ada ternyata tidak seperti apa yang selama ini kita pikirkan. Ternyata aku salah selama ini berpikir kalau kami adalah dua orang yang saling mencintai dan melawan hati watu memutuskan untuk pisah. Kalau keadaannya seperti itu menurutku seharusnya wajar kami tidak bisa langsung lepas, ingin tetap dekat dan terkoneksi. Yang ada, berulang kali aku mencoba mendekat tapi aku selalu ditolak. Sampai akhirnya tidak lama setelah pisah aku dapat firasat, sudah ada orang baru.

Aku tidak yakin jadi aku cari Tante Ve the fortune teller. Informasi dari Tante Ve bikin aku syok. Belum puas juga, kuputuskan buat tanya langsung. Judulnya, cari penyakit. Tapi akhirnya aku jadi tahu kalau sikap dia selama ini dikarenakan dia memang tidak mau buka peluang. Menyakitkan aku dengar sendiri kata-kata itu keluar dari mulutnya. Bahwa kalau ada kemungkinan untuk dia mulai menjalin hubungan dengan seseorang, dia ga mau milih aku lagi.

Hari itu rasanya luar biasa.   Bayangkan kalau kamu menemukan kenyataan bahwa kamu tidak diinginkan oleh orang yang kamu cintai setengah mati? Itu rasanya lebih mengerikan dari dibenci. Setidaknya begitu kata seorang teman. Mungkin dia tidak sadar kalau apa yang dia bilang efeknya lebih dari air mata yang kuteteskan malam itu. Rasanya sakit bukan main. Ya, dia tidak tahu apa akibat dari perkataannya. Aku jadi merasa seperti tidak cukup baik atau layak untuk dimiliki sampai-sampai dia bilang begitu. Sejak itu aku berusaha menutup semua koneksi ke dia. Tidak membahas dia, tidak menyebut namanya, dan tidak mengingat-ingat dia. Butuh perjuangan karena jauh di dalam lubuk hati aku masih menyimpan rasa marah yang kadang muncul dan membuat aku ingat kejadian malam itu. Dan semua itu berimbas ke keseluruhan hidupku. Aku jadi stuck, otakku buntu, dan aku vakum sejenak dari hidup. Lalu lagu The One That Got Away punya Katy Perry jadi theme song-ku selama berminggu-minggu.

Sempat terpikir untuk pergi jauh. Yogyakarta terasa terlalu sumpek gara-gara masalah itu. Ide itu muncul setelah aku pergi berkunjung ke beberapa tempat. Sepertinya enak tinggal di tempat yang aku bisa pergi ke mana pun tanpa melihat kenangan tentang dia. Tapi apa daya, aku belum lulus jadi rencana itu ditunda.

Hah...cukup untuk cerita sedihnya. Sudah berbulan-bulan lewat. Aku melalui proses pendewasaan yang luar biasa. Jatuh bangun berkali-kali. Tapi sekarang aku sudah baik-baik saja. Serius. Aku bahkan sudah biasa saja kalau tiba-tiba teringat dia. Sebut ini kebangkitan seorang Poey. Aku mencoba menikmati hidup. Melakukan hal-hal yang ingin aku lakukan. Memanjakan diri lebih dari biasanya. Dan membiarkan diriku mendapat cinta sebanyak yang bisa kudapat dari siapa pun itu. Dari mama yang sudah begitu sabar nunggu aku lulus dan memberiku ruang untuk menata hati, dari teman-teman yang selalu membuat aku tersenyum, dan dari orang aneh yang selalu peduli padaku.

Kadang aku coba mendekati dia tapi tetap tidak ada respon baik padahal aku tidak ada niat apa-apa. Oke, tidak masalah. Aku juga sudah tidak terpengaruh gara-gara hal seperti gitu. Tapi aku tetap lebih suka tidak mendengar namanya disebut. Aku harus menjaga emosiku tetap stabil. Apalagi sekarang aku juga udah punya kehidupan baru yang setiap hari kucoba untuk disyukuri. Hampir semua teman berkata betapa beruntungnya aku atas apa yang aku punya sekarang. Yah, setidaknya aku punya hal baik dalam hidupku, yang harus kujaga. Dan aku masih berjuang supaya bisa lulus tahun ini. Amin!

Dan aku mau nge-blog lagi ah...ngomong-ngomong hari Sabtu besok aku mau jalan-jalan ke Singapore. Perjalanan jauh tanpa orang tua atau orang yang berpengalaman, secara perginya sama teman-teman cewek yang juga baru pertama kali ini pergi ke sana. Tenang...nanti ada oleh-oleh. Oleh-oleh cerita, hehehehe...


gambar lupa dapet dari mana, haha...

3 comments:

Saraswati Kirana Putri said...

semangat mbak poeeeyyy :D
wuooow mau singapore enaknyaaaaa aku iri deh
ati ati yaa mbak kangan ilang hehe

Lita said...

Hadeeeehhh... yang baru nongol. Udah langsung mau cabut lagi ke Singapur... ya udah... salam aja sama singa dan mbah Pur ya...

Btw, mb lagi mabok IRIS and Lee Byung-hun.

Gloria Putri said...

welcomeback poey....yg rajin nulis ya #pukpuk