January 17, 2012

One Day (Movie): Mencitainya Tapi Tidak Bisa Memilikinya


Pernahkah kau mencintai seseorang, benar-benar mencintainya, 
tapi tidak bisa memilikinya?
Bahkan saat hidup serasa sudah ada di pihakmu, tetap, dia tidak jadi milikmu...

Postingan ini inspirasi awalnya dari Mbak Lita ^o^. Mbak Lita me-review sebuah film di blognya dan tulisannya itu bikin aku tertarik nonton film ini.


gambar dari sini


Emma (Anne Hathaway) menyukai Dexter (Jim Sturgess) sejak awal cerita ini dimulai. Sayangnya ini bukan murni cerita cinta sebab setelah 15 Juli pertama mereka, Dexter dan Emma sepakat bahwa ini adalah cerita persahabatan. Tapi ini bukan cerita persahabatan biasa sebab sebenarnya ada cinta yang tersimpan di dalamnya. Sejak pertemuan awal itu, tanggal 15 Juli selalu meninggalkan kesan yang mendalam bagi keduanya.

Dexter dan Emma bersahabat walau karakter keduanya saling bertolak belakang. Dexter tampan, percaya diri, memiliki jiwa yang bebas, dan petualang cinta. Sedangkan Emma cenderung kaku, tertutup, dan kurang percaya diri. Mereka memang dua orang yang berbeda tapi perbedaan itu seolah melebur ketika mereka bersama. Mereka saling membutuhkan tanpa disadari. Kenyataannya mereka tidak selalu bersama tapi Emma selalu jadi orang yang dicari Dexter, begitu juga sebaliknya.

Emma tidak pernah kehilangan perasaan yang dimilikinya sejak awal persahabatan mereka. Ikatan persahabatan yang ada dirasa cukup sebagai alasan bagi Emma untuk dapat memiliki Dexter. Dexter tahu betul perasaan Emma padanya tapi dia tidak pernah berusaha memasukkan Emma dalam daftar wanita yang menjadi mainannya. Bagi Dexter, Emma memang bukan mainan. Konsekuensi sebagai sahabat, Emma harus tegar setiap tahu Dexter memiliki wanita lain di hidupnya, yang selalu berganti dengan cepat.

Hidup terus berjalan. Dexter menggapai impiannya, memiliki karir yang cemerlang, dan terlena dengan dunianya yang gemerlap.Tapi tidak seorang pun tahu bahwa Dexter menyimpan kepedihan yang dia sembunyikan sejak kematian ibunya. Emma juga berusaha menjalani hidupnya. Sempat membawa seorang pria ke dalam hidupnya. Berharap pria itu dapat mengisi kekosongan dalam hatinya. Tapi karena cinta itu tidak ada, perlahan-lahan semua terasa hambar.

Kehidupan terus berputar membawa mereka naik dan turun. Karir Dexter kandas, pernikahannya berakhir, hidup seolah tidak bersahabat padanya. Di sisi lain Emma sedang bersinar sebagai penulis, sesuatu yang sudah lama menjadi impiannya, dan memiliki seseorang istimewa di sampingnya. Di titik ini lah mereka tiba-tiba menyadari bahwa mereka menginginkan satu sama lain. Mereka berusaha meraih takdir mereka. Menyatukan sesuatu yang seharusnya sejak lama bersatu. Tapi hidup tidak bisa ditebak. Seolah kebahagiaan memang bukan milik mereka selamanya. Dan tanggal 15 Juli 2006 membuktikan itu pada mereka.

Satu hal yang ada di pikiranku waktu nonton film ini, kenapa takdir bisa seperti itu. Cinta yang seharusnya bisa bersatu sejak awal harus berputar-putar dulu sebelum akhirnya sampai ke ujungnya. Emma begitu mencintai Dexter. Sebenarnya pasti berat buat Emma menjalani cerita persahabatannya itu. Tapi dia harus puas memiliki Dexter sebagai sahabat. Dan seperti apa rasanya hidup dengan orang yang tidak kita cintai, seperti waktu Emma bersama Ian. Ketika kita mencintai seseorang tapi tidak bisa memilikinya pasti rasanya sangat menderita.


cinta bisa membuat kita bahagia dan menderita pada saat yang sama (gambar dari sini)



January 11, 2012

Dari yang Galau, Oleh yang Galau, Untuk yang Galau

kata Poconggg kalau galau bershowerlah... (gambar)

Mungkin sebagian besar teman di dunia maya dan di dunia nyata sudah bosan sama kelakuanku. Sejak hari memilukan itu (baca: putus sama Mas Ganteng-ku yang paling ganteng sejagad raya), tidak ada hari tanpa kata galau. Pagi galau, siang galau, malam galau. Pantas kalau aku disebut galawer sejati.

Sesungguhnya aku benar-benar sudah lelah jadi orang galau. Orang di sekelilingku setiap hari terus memberi support supaya aku bangkit. Apa daya, urusan hati susah dikendalikan. Tapi aku juga tidak pernah lelah berusaha untuk berdiri lagi setiap kali aku jatuh dalam kegalauan. Kata seorang teman, tidak masalah berapa kali pun aku jatuh asal ingat untuk berdiri lagi.

Sekarang aku sudah mulai membaik. Jauh lebih baik walau pun kadang rasa sesak itu masih datang lagi. Memikirkan lagi hal yang menyedihkan itu, mengingat lagi wajah ganteng itu, membayangkan lagi hari-hari yang dulu pernah jadi punyaku. Tapi sekarang ini aku benar-benar sudah mulai menguasai keadaan. Waktu pikiran-pikiran tadi datang aku bisa menghindar. Terlebih ada seseorang yang dengan segenap kebaikan hatinya mau membantuku, jadi bumperku, jadi tamengku, jadi tong sampahku, jadi segalanya yang sebenarnya dia tidak suka tapi tetap dia lakukan.

Aku tetap mengaku sebagai orang galau. Kenyataannya memang masih ada kegalauan yang terdeteksi. Aku anggap dengan menyadari kalau aku galau artinya aku sadar aku ini "sakit" dan HARUS SEMBUH. Terima kasih buat Glo yang sudah memasukkan namaku di list pasien galau dalam postingan terakhirnya. Doakan semoga aku bisa sembuh total. Beberapa orang bilang, setiap melihatku seperti melihat orang yang tanpa semangat dan letih. Aku tidak mau dikata-katai seperti itu selamanya. HARUS SEMBUH!

Nah...cukup ocehan panjang lebarnya. Menurut tugas dari orang galau lainnya (maksudnya Glo), aku harus menjawab lima pertanyaan ini...

1. Siapa guru favoritmu?
Ehmmm...mungkin Bu Riana. Dia kepala sekolah sekaligus guru matematikaku waktu smp. Dia itu semacam Dumbledore. Orangnya ga galak tapi bisa bikin anak-anak segan sama dia.

2. Apa makanan yang kamu sukai dan tidak kamu sukai?
Kalau makanan yang kusukai itu semua yang dari kambing (kolesterol!). Kalau makanan yang ga kusukai itu....swike alias kodok ngorek. Padahal belum pernah makan tapi aku masukin ke daftar makanan dengan kategori Big No.

3. Ceritakan pengalamanmu yang berkesan!
Apa ya? Semua hal yang terjadi dalam hidupku berkesan. Semua sama istimewanya.

4. Siapa cinta pertamamu?
Akakakakakkakak...boleh ketawa dulu ya?? Akakakkakakak...jadi inget...jadi pengen malu... Cinta pertama tu maksudnya gimana ya? Kalau cowok pertama yang aku taksir mungkin teman sd yang namanya ga perlu disebut. Ga pernah ada apa-apa antara kita, tetap teman selamanya. Tapi kalau waktu pertama kali aku benar-benar jatuh cinta ala orang dewasa, dengan sadar memberi hatiku, dan ingin menjalani semuanya sama dia mungkin pacarku waktu SMA. Namanya Nusa. Dia itu cinta pertama dewasaku. Orang pertama yang bikin aku sadar kalau pacaran itu bukan cuma sekedar happy-happy jalan bareng, ke mall, nonton ke bioskop, dan sejenisnya.

5. Who is your best friend?
Sebenernya aku punya banyak teman dekat tapi ga semuanya bisa disebut sahabat. Soalnya yang kusebut sahabat cuma Amelia Kristiani Kurniawan, panggilannya Yaya. Dia orang yang paling deket sama aku dari SD, jadi kita udah sahabatan kira-kira 11 tahun.


Itu sudah... Karena tugas sudah selesai, sekarang tongkat estafet aku serahkan ke:
1. Squarepants
2. Patricia
3. Saras
4. Monika
5. Astian

Biarpun bukan orang galau, dijawab aja, akakak... Buat yang udah dapet tugas ini, lewatin aja ga apa-apa deh...

Oya...ini ada award buat yang udah jawab :)