November 8, 2011

Iya atau Tidak??

Katanya dia mau dapetin lagi
sesuatu yang pernah jadi punya dia.

Katanya sesuatu yang dia sayang itu
adalah alasan buat apa pun yang dia lakukan.

Katanya kalau sesuatu itu bukan miliknya lagi,
terus buat apa dia melakukan semua itu?

Katanya dia akan memberikan apapun,
apapun untuk membuktikan niatnya.

Katanya melepas sesuatu yang dia sayang itu
adalah hal terbodoh yang pernah dia lakukan.

Katanya sesuatu yang dia sayang itu
seharusnya dulu dia perjuangkan mati-matian,
sampai dia yakin semua usaha sudah dilakukan.

Katanya dia tidak akan lupa
apa yang pernah dia lakukan dulu.
Sebuah kekhilafan yang dia sesali seumur hidup.

Katanya kali ini dia akan melakukannya lebih baik.
Tidak akan mengulang kesalahan yang sama.

Katanya dia tau sesuatu yang dia sayang itu
sekarang dalam keadaan rapuh dan terluka.

Katanya dia menerima segala sesuatunya
karena dia yakin waktu akan menyelesaikan semua.

Katanya beri dia kesempatan buat mencoba,
mencoba menyembuhkan luka itu.

Katanya, kenapa harus berkata tidak...?

gambar dari sini

Begitu banyak orang yang berdiri di belakangnya.
Mereka semua mengatakan hal yang sama ke aku.
Kalau kalian denger apa yang mereka bilang,
sepertinya ga ada alasan buat nolak ini semua.
Mereka yakin banget sama dia.
Mereka bilang dia bisa bikin aku bahagia
Kata mereka mengatakan iya adalah pilihan yang baik.

Bukannya dia kurang baik.
Bukannya aku ga yakin sama dia.
Bukannya aku ga mau nyoba.
Masalahnya itu ada di aku.
kenapa semua orang begitu yakin
sedangkan aku aja ga yakin sama diriku sendiri?
Dan waktuku buat mikir semakin sedikit...

November 4, 2011

Kan Kusimpan Dalam Hati...


Abby adalah laki-laki terbaik 
yang bisa kudapatkan.
Aku sangat beruntung 
tapi apakah rasa keberuntungan ini 
yang kubutuhkan sekarang?
Tapi kenapa aku masih merindukan dia 
yang pernah mengisi hariku dulu?
Aku merasa ada yang hilang 
tanpa tahu apa yang sudah kutemukan,
aku merasa menemukan
tanpa tahu apa yang kucari,
dan aku seperti masih mencari 
tanpa tahu apa yang sudah hilang.

Manusia memiliki mimpi.
Ada yang mengejar dan mewujudkannya,
ada yang mundur dan membuangnya,
ada pula yangg diam 
dan hanya meyimpannya 
sepanjang sisa hidupnya.
Dan aku akan menjadi manusia yg terakhir itu...


pinjem gambar di sini


Itu yang aku kenang dari filmnya Bunga Citra Lestari alias BCL, Cinta Pertama. Ada banyak hal tersimpan di balik film ini. Ini film pertama yang aku tonton bareng cowok yang jadi pacarku waktu kelas tiga SMA. Tiba-tiba kepikiran buat nonton ulang film ini setelah sekian lama. Lain dulu, lain sekarang. Ada sesuatu yang berbeda dari film ini setelah lewat enam tahun dari pertama kali aku tonton. Dan itu bikin aku jadi ngerasa gimana gitu...dan yang di atas itu kutipan narasi Cinta Pertama.


Waktu itu, aku kelas tiga SMA. Sekolahku sibuk persiapan ujian akhir yang katanya mengerikan padahal itu baru awal tahun ajaran. Sekitar bulan November. Semua murid jadi ikut terbawa euforia ujian akhir. Semua serba serius belajar, ikut bimbel, ambil les privat, belajar bareng, beli buku latihan soal ujian, dll. Dan aku? Aku juga ikut demam ujian akhir. Tapi aku masih sempat membuat kenangan manis di tengah hiruk pikuk ujian.

Dia itu bukan cinta pandangan pertamaku tapi dari awal aku memang masukin dia dalam list "boleh juga dapat dia". Aku masih inget gimana rasanya naksir dia sebelum jadian. Sama kayak yang dirasain Alia waktu ngeliat Sunny. Ga disangka-sangka gayung bersambut, umpanku kena, kita jadian. Setelah resmi jadi pacar, keluar film Cinta Pertama, alhasil itu jadi film pertama kita. Bikin aku malu waktu nonton filmnya. Aku mirip Alia, bukan tipe cewek super berani tapi juga bukan tipe cewek yang mau diem-diem aja kalau naksir orang. Pokoknya waktu itu sebagai orang yang lagi dimabuk cinta, inget film itu bikin aku ga bisa berhenti senyum.

Barusan, aku nonton Cinta Pertama lagi. Kali ini aku ngerasa kehilangan feel yang dulu aku punya. Pertama sekarang aku udah ga jalan sama orang itu lagi. Tapi ceritanya aku sekarang lagi terkoneksi sama seseorang dengan situasi yang mirip dengan situasinya Alia. Aku tetep jadi Alia, orang itu jadi pacarnya Alia, dan yang jadi Sunny adalah mantanku yang terakhir kemarin, yang bikin aku selalu galau. Tapi aku ga jadian sama si seseorang ini. Mungkin belum, aku juga ga tau tapi paling ga aku sekarang deket lagi sama orang. Aku tau maksud dan tujuan dia tapi aku atau kita belum pernah ngebahas yang kaya gitu.

Balik lagi, anggep aja aku sekarang ada di situasi Alia waktu udah punya pacar (tapi belum bener-bener sejauh itu). Alia jalan sama Abby, pacarnya, entah sejak kapan sampai akhirnya diceritain dalam film mereka tunangan. Tanpa ada yang tau sebenarnya Alia masih nyimpen cinta yang begitu besar buat Sunny, begitu juga sebaliknya. Bahkan waktu tunangan aja, Alia bisa-bisanya kangen sama Sunny. Alia mungkin sadar bahwa cinta dia sama Sunny ga akan pernah jadi satu jadi dia simpen semua dalam hati.

Boleh bilang aku lebay, aku cuma takut bakal jadi kaya Alia. Gimana kalau pada akhirnya aku memutuskan jalan sama seseorang, mencoba menjalani semuanya sebaik mungkin, tapi ada rasa yang ga mau hilang dan terus kusimpan dalam hati? Aku tau mungkin ini pemikiran yang lebay tapi Alia deket sama Sunny juga cuma bentar tapi bahkan sampai dia mati dia masih mikirin Sunny. Gimana kalau soal ini, aku jadi manusia terakhir seperti yang disebutin Alia di kutipan narasinya di atas?

Aku jadian sama mas mantan emang ga yang sampe bertahun-tahun tapi entah kenapa aku agak-agak lebay soal dia. Kata temen-temenku aku selalu lebay soal mas mantan. Lebay sayangnya, lebay tergila-gilanya, lebay terpuruknya. Aku juga ga mau kaya gitu dan sekarang aku juga lagi berusaha move on. Masalahnya aku takut kalau ternyata nantinya aku kaya Alia, cuma sekedar melakukan yang kubisa. Jalan sama siapa tapi mikirin siapa. Alia jalan sama Abby, sayang sama Abby selayaknya pacar tapi itu ga bisa ngubah kenyataan kalau selalu ada tempat buat Sunny (kaya yang Alia bilang ke Sunny). Mungkin ga ada yang tau tapi bukannya itu bagian yang paling mengenaskan soal ini?

Aku berharap ga akan kaya Alia. Aku mau aku bisa jadi orang seperti yang Sunny harapin ke Alia waktu dia lagi koma.

"Jadi, simpen aja semua cerita kita,
seperti tulisan gue di dinding belakang sekolah.
Waktu lo bangun, gue harap cuma Abby yang bakal lo liat
karena cuma dia yang paling pantes ada di sini.
Makasih buat cinta lo ke gue.
Gue...gue juga cinta sama lo.

Mungkin mas mantan ga sepenuhnya kaya Sunny. Aku ga pernah tau seberapa besar perasaan dia ke aku. Apa dia juga tergila-gila sama aku seperti aku tergila-gila sama dia. Apa dia juga seperti aku, rasanya ga ada semangat hidup setelah kita pisah. Apa dia juga selalu menyesali keadaan dan pilihan yang kita buat. Aku ga pernah tau. Alia juga ga pernah tau gimana Sunny tapi Alia tau gimana dirinya. Dia menyadari betul gimana situasi hatinya soal Sunny dan Abby. Dan aku ga berharap ada di posisi yang sama, kan kasian Abby-nya... Dia sayang sama Alia dengan sepenuh hati tapi ga dapet hal yang sama. Tapi kalau ga nyoba kaya gtiu, gimana mau move on?

Dan yang pasti suatu hari, kalau di sampingku ada seseorang, aku harus hapus postingan ini. Gimana pun keadaannya besok, orang itu sebaiknya ga perlu tau tentang ini semua...


November 2, 2011

House of Raminten

Ehm-ehm...mau nge-review tempat makan nih, namanya House of Raminten. Aku udah beberapa kali ke sini terus karena kebetulan kemarin habis dari situ, cerita dikit boleh ya.

gambar pinjem dari sini

House of Raminten itu masih satu perusahaan sama Mirota Grup. Lokasinya ada di sekitaran Kota Baru, di samping Mirota Bakery. Tempatnya unik. Di depannya itu ada delman tanpa kuda. Ada sih kuda tapi ditaruh di deket toilet. Bikin aku kaget waktu pertama kali ke HoR. Model rumah makannya itu lesehan, bangunannya dibuat dari kayu dengan gaya panggung. Pelayannya pakai baju semi tradisional. Beberapa pakai lonceng di kaki dan ga pake sandal.

welcome to House of Raminten

naik delman istimewa

gambar pinjem dari sini

gambar pinjem dari sini

Terus menunya itu sebenarnya sederhana dan cenderung biasa aja. Yang bikin unik itu penyajiannya. Jangan heran kalau makan di sini meja kita langsung penuh gara-gara piring sama gelas saji yang serba besar. Misal pesen es kelapa muda. Gelasnya dong, kaya akuarium ikan yang bulet itu. Atau coba pesen bubur ayam, yang dateng nanti piring martini ukuran super jumbo.

buku menu House of Raminten
 
bubur ayam HoR - gambar pinjem dari sini

es kelapa muda jumbo

Dengan harga yang boleh dibilang lumayan terjangkau, boleh lah sering-sering nongkrong di sini sama kawan-kawan.

pasukan jomblo 4R Palace

Poey & Ika - Duo Sistah

Duo Jumbo, akakakak...

Black Black Girls

nasi goreng piring jumbo

muka odong Lusi sama Mba Tia

7Princesses


Poey :)

girls night out