September 17, 2011

Harus Sampai Di Sini

Harus Sampai Di Sini - Kia AFI

Tibalah waktunya di penghujung rinduku
Perpisahan adalah kenyataan
Katakan padaku walau dengan airmata
yang jatuh membasahi bumi

Reff:
Harus di sinilah kita berpisah
lambaikan tanganmu
Pejamkan matamu di penghabisan
Seluruh rindumu harus sampai di sini

Terbenam sang fajar, bukan berarti juga
Seluruh cintaku kan pudar untukmu

Kenanglah diriku, kenanglah...
pahit dan manis saat bersama

Aku benci perpisahan. Aku ga suka ngebayangin besok udah ga bisa ketemu sama orang yang biasanya ada di deket kita. Dan hari ini Miss Lia harus pulang ke Palembang. Bukan pulang buat liburan. Kali ini Miss Lia ga akan balik ke Jogja lagi. Sedih...

Kemarin malem sebenernya Miss Lia udah pamit ga tidur di kost karena Sabtu pagi langsung terbang ke Palembang, berangkat dari rumah omnya. Jadi semalem kita udah ngucapin perpisahan. Ga ada yang mau peluk Miss Lia karena ga ada yang mau Miss Lia pergi. Tapi akhirnya aku berdiri terus peluk Miss Lia sambil nangis. Miss Lia yang dari kemarin berusaha ga keliatan cengeng akhirnya nangis juga. Yang lain akhirnya ikut berdiri buat pelukan sama Miss Lia. Terus tadi pagi jam 6 Miss Lia dateng ke kost buat pamitan terakhir sebelum ke bandara. Kayaknya Miss Lia abis nangis semalem. Matanya sembab. Dia ga mau lama-lama takut tambah sedih. Akhirnya setelah cium pipi kita satu-satu, dengan sok tegar dan senyum lebar berlebihan dia masuk mobil dan pergi.

Habis ini ga akan ada lagi yang teriak-teriak di kost gara-gara pacarnya ga bisa dihubungi atau udah berhari-hari ga ada kabar dari pacarnya. Ga ada lagi yang ngomel-ngomel ngeliat ruang tv berantakan. Ga ada lagi yang hobi ngajakin anak-anak kost olah raga biar langsing.Mulai besok pintu kamar nomer 14 bakal ketutup untuk sementara waktu. Gantungan bambu yang dipasang di depan pintu ga akan bunyi karena ga ada yang kebentur kepalanya waktu keluar masuk kamar.

Kita semua sedih Miss. Kita juga tau Miss Lia sedih walau pun Miss Lia berusaha ga nunjukin dengan ketawa-ketawa buat ngalihin perhatian. Tapi pada akhirnya kita, semua termasuk Miss Lia, ga bisa nahan nangis waktu Miss Lia tutup pintu kamar dan pamit ke kita di ruang tv. Kita tau Miss Lia harus pulang jadi kita nangis sambil senyum.

Kita ga punya apa-apa buat dikasih ke Miss Lia. Semoga momen-momen yang pernah ada cukup buat dijadiin kenang-kenangan. Dan lagu yang kita rekam videonya ini hal terakhir yang bisa kita tinggalin buat Miss Lia. Kita berusaha pasang muka senyum supaya Miss Lia juga senyum tiap liat video ini.

Miss Lia jangan pernah lupa sama kita semua ya. Mungkin selama kita seatap ga selalu menyenangkan tapi paling ga kita udah ngelewatin banyak hal bagus yang ga mungkin bisa dilupain. Nanti kalau Miss Lia kangen sama kita, mampir aja ke group kita yang di Facebook. Jangan lupa, Miss Lia harus rajin kerja biar punya duit cukup buat bayarin kita tiket ke Palembang waktu Miss Lia nikah nanti.

Tadi aku mandi sambil nyanyi-nyanyi lagunya Kia AFI. Jadi sedih. Kepikiran abis mandi mau naik ke lantai dua kasih makan hamster, biasanya Miss Lia ada di ruang tv. Terus inget Miss Lia udah ga ada. Aku benci perpisahan.

Bye bye Miss Lia...we love you and we will always miss you...



Di atas itu karaokean terakhir kita sama Miss Lia. Sayang gambarnya gelap, maklum bukan pake handycam. Terus maaf juga kalau kita jadi ngerusak lagu, kita kan bukan penyanyi, akakakakak...

Terus ini kenang-kenangan foto karaokean terakhir...

Putri-putri 4R Palace: Liris, Miss Lia, Curzky, Creysta, Ina, Poey (me!), Ona (ex-4R), Novi, Lusi

Miss Lia dan kita semua hobi karaoke

Duo Kribo
Miss Lia dan kaca mata andalannya

4 comments:

Reza Pahlevi Lampoh said...

Iya berpisah itu sangat menyedihkan, aku juga punya sahabat tetapi sekeluarga pindah ke bandung, jadi kami tak pernah bertemu lagi. Rasanya sakit hati ini. Tapi terobati dengan sms, telp, fb tweet, skype dll :)

Poey said...

iya...bersyukur sama kemajuan teknologi :)

Asop said...

Yaaaah mau gimana lagi, kita pasti akan berpisah.... :D

Poey said...

tapi kan tetep sedih...