August 18, 2011

Monolog


Ya...ya...ya...kamu liat kan Poey, hasil perbuatanmu?
Apa yang sudah kita buat selama ini hancur
gara-gara kamu...
Dinding tinggi itu, benteng itu kita buat untukmu 
tapi kenapa kamu sendiri yang bikin celah 
sampai akhirnya dinding itu runtuh?
Kamu bikin aku kecewa.
Dasar gadis bodoh...

Kalau sudah begini mau ga mau kita harus bangun ulang,
artinya sia-sia apa yang sudah kita capai sejauh ini. 
Aku bener-bener kecewa, Poey...
Kamu pikir semua ini bisa dibangun dalam semalam?
Berhari-hari, Poey...dari siang ke siang, malam ke malam.
Apa kamu masih punya tenaga buat membangun ulang?

Satu perbuatan kecil mungkin keliatan sepele.
Tapi kadang yang sepele itu gede maknanya, Poey.
Gimana bisa kamu ga pakai mikir
waktu ngelakuin itu semua?
Sekarang ga cuma dinding aja yang runtuh.
Mukamu juga mau ditaruh dimana?
 Kalau sudah begini, 
apa kamu ga kecewa sama dirimu sendiri?

Dinding itu kita bangun pakai hati, Poey...
Belum lupa kan gimana rasanya 
waktu dinding itu dibangun?
Bayangin, sekarang kamu harus ngerasain ulang itu.
Aku cuma takut kamu ga kuat.
Aku takut kamu semakin rapuh
lalu akhirnya dinding itu juga akan rapuh.

Jangan minta maaf, Poey...
Ga ada gunanya minta maaf.
Lagian aku tahu betul kenapa kamu lakuin gitu.
Aku kenal kamu dengan baik.
Aku bisa ngerti...
Tapi tolong janji kalau itu yang terakhir.
Jangan kecewakan aku lagi, juga dirimu sendiri.
Jangan pertaruhkan hatimu lagi.
Sudah cukup kekecewaan yang kamu rasain.
Rasa kecewa itu ibarat pil pahit.
Kayanya kamu ga sanggup kalau harus nelan pil pahit lagi.
Tapi sekarang, mau ga mau,
kamu harus telan sekali lagi pil pahit itu.
Pil yang paling pahit,
kekecewaan sama diri sendiri.

Iya, Poey...
Aku janji, kita bikin lagi dinding itu sama-sama.
Aku ga akan ke mana-mana,
kita akan selesaikan semuanya bareng.
Tapi kali ini kamu harus ikut apa kataku.
Kita pilih yang terbaik buat kamu.
Yang kemarin mungkin mengecewakan.
Nanti kita pilih sesuai harapanmu tentang hal itu.
Kamu punya banyak waktu 
sampai yang sesuai harapan itu terpenuhi.
Kita akan menunggunya dengan sabar,
sambil kita bangun lagi dinding itu.

Tapi tolong...
jangan kecewain aku lagi ya.
Jangan lakukan hal bodoh
yang cuma bikin kecewa aku dan kamu.


gambar dari sini


2 comments:

gloriaputri said...

kenapa poey? ngomong sama diri sendiri?

Poey said...

iya...menyadari keodongan diri sendiri,ahahahaha...